Kamis, 29 November 2012

Tugas Softskil 2


v    Suatu perusahaan berniat untuk mengganti mesin yang lama dengan mesin yang baru. Diketahui nilai buku mesin yang lama adalah Rp 100 juta dan masih bisa digunakan 5 tahun lagi tanpa nilai sisa. Sementara mesin baru mempunyai harga  Rp 150 juta dan di taksir mempunyai umur ekonomis 5 tahun dengan nilai sisa 0. Metode penyusutan menggunakan metode garis lurus. Setelah dihitung mesin baru ternyata dapat menghemat biaya operasional sebesar Rp 30 juta. Diketahui pula bahwa mesin lama masih dapat dijual seharga Rp 80 juta dengan tarif pajak sebesar 30 % .
Berdasarkan uraian diatas hitunglah taksiran aliran kas dari penggantian mesin tersebut !
JAWAB :
Penaksiran aliran kas yang kita gunakan adalah menggunakan taksiran selisih ( incremetal ).
Kalau perusahaan mengganti mesin lama dengan mesin baru, maka perlu tambahaan inventaris sebesar Rp 150 jt - Rp 100 jt = Rp 50 jt.
Taksiran operasional cash flow pertahun adalah :
Tambahan kentungan karena penghematan
biaya operasional                                                         Rp 30 jt
Tambahan penyusutan : mesin baru         : Rp 30 jt
                                            mesin lama          : Rp 20 jt             10 jt                                         
Tambahan laba sebelum pajak                                       Rp 20 jt
Tambahan pajak                                                           Rp 4,5 jt
         Tambahan laba setelah pajak.                                        Rp 15,5 jt
Tambahan masuk bersih Rp'15,5 + Rp' 10 jt = Rp 25,5 jt.

Dengan demikian maka rencana penggantian mesin tersebut akan mengakibatkan penambahan inventaris ( yang merupakan kas keluar ) Rp 50 jt ,  dan memberikan tambahan kas masuk operasional setian tahun Rp 25,5 jt selama 5 th, karena disini tidak ada nilai sisa, maka disini tidak ada terminal cash flow.    

Jumat, 26 Oktober 2012

About Love

Tidak perlu cantik, untuk menjadi kekasihku.
Tidak perlu kaya, untuk memiliki hatiku.
Cukup luangkan waktumu untukku, Maka aku akan tersenyum untukmu.

Kamis, 11 Oktober 2012

Tugas I Analisa Teknik dan Biaya, no 2


Alat Produksi ; merupakan media untuk mengolah bahan menjadi produk dengan bantuan pekerja. Dapat merupakan alat produksi langsung (fasilitas produksi yang berupa mesin, perkakas, peralatan, perkakas Bantu dan sebagainya) atau alat produksi tak langsung (tanah, jalan, bangunan, gudang dan sebagainya). Alat produksi dapat digunakan terus-menerus dalam batas waktu umur efektifnya, sebaliknya obyek produksi akan habis bila produksi telah berlangsung.




http://yprawira.wordpress.com/pengertian-dan-proses-produksi/

Tugas I Analisa Teknik dan Biaya, no 1


modal adalah segala nilai sesuatu aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dan yang digunakan untuk mengahasilkan pendapatan .

1.modal internal perusahaan .

modal internal perusahaan dalah segala sesuatu yang ditanamkan oleh peusahaan seperti yang sudah disebutkan oleh pak sugiarto tadi dan yang dimana utnuk mengasilkan sesuatu pendapatan .yang persenanya berdasarkan besarnya yang ditentukan oleh perusahaan

2.modal eksternal perusahaan :

modal eksternal perusahaan adalah segala sesuatu modal yang dimiliki perusahaan dan besarnya modal eksternal juga ditentukan oleh perusahaan yang dimana modal eksternal biasanya didapat daripersetujuan atau pasar modal .

referensi :

Sabtu, 14 April 2012


Pengertian kode etik

Dalam hal ini berarti sebagai “kitap hukum”,sedangkan etik berarti susunan moral yang terdiri atas nilai-nilai yang tersusun baik dalam suatu system yang bulat. Jadi kode etik pada hakikatnya adalah memuat aturan-aturan atau norma-norma yang dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas fungsi semua orang yang terlibat dalam suatu organisasi. Jadi nilai-nilai atau norma-norma itu terkandung didalam suatu system yang dijadiakan pedoman untuk bertingkah laku ataupun dalam menjalankan tugas yang berlaku bagi sekelompok orang yang terlibat dalam kelompok profesi.

Fungsi kode etik

Pada dasarnya kode etik memiliki fungsi ganda yaitu sebagai perlindungan dan pengembangan bagi profesi. Fungsi seperti itu sama seperti apa yang dikemukakan Gibson dan Michel (1945 : 449) yang lebih mementingkan pada kode etik sebagai pedoman pelaksanaan tugas prosefional dan pedoman bagi masyarakat sebagai seorang professional.
Biggs dan Blocher ( 1986 : 10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu :

1.       Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah.
2.       Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi.
3.       Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi.

Sutan Zahri dan Syahmiar Syahrun (1992) mengemukakan empat fungsi kode etik guru bagi guru itu sendiri, antara lain :

1.       Agar guru terhindar dari penyimpangan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.
2.       Untuk mengatur hubungan guru dengan murid, teman sekerja, masyarakat dan pemerintah.
3.       Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya.
4.    Penberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas.


http://id.wikipedia.org/wiki/Kode_etik_profesi